Showing posts with label akupuntur medis. Show all posts
Showing posts with label akupuntur medis. Show all posts

Tuesday, August 27, 2019

Manfaat akupuntur medis

Liputan6.com, Jakarta Pengobatan akupunktur telah dikenal dan digunakan sejak ribuan tahun lalu untuk mengobati macam penyakit dan gejala. Konsep akupuntur telah berkembang dari konsep tradisional klasik menjadi konsep akupuntur medik yang diterapkan berdasarkan kaidah kedokteran konvensional.

Secara harfiah, akupunktur adalah suatu tindakan medis dengan memasukkan jarum halus untuk menstimulasi “titik akupunktur” tubuh. Pengobatan akupunktur bermanfaat untuk memulihkan kesehatan dan kebugaran, melancarkan sirkulasi darah dan metabolisme tubuh.

Sejumlah penelitian di bidang kedokteran membuktikan efektivitas akupunktur dalam mengobati berbagai macam penyakit. Melalui berbagai macam penelitian dan uji klinis, World Health Organization (WHO) telah mengakui dan merekomendasikan untuk mengintegrasikan pelayanan akupunktur ke dalam Sistem Kesehatan Nasional masing-masing negara, termasuk di Indonesia. Akupunktur terbukti sangat efektif dalam mengatasi berbagai macam penyakit, khususnya dalam mengurangi dan mengobati nyeri.

Beberapa manfaat dan penyakit yang dapat diterapi dengan akupunktur.

- Memperbaiki sirkulasi darah dan metabolisme tubuh

- Meningkatkan stamina dan kekebalan tubuh

- Membantu mengurangi nyeri, seperti nyeri kepala, migrain, nyeri punggung-pinggang, nyeri leher bahu, nyeri lulut, arthritis/radang sendi

- Gangguan pencernaan, nyeri lambung, mual, muntah

- Gangguan hormonal

- Gangguan pernapasan, asma, batuk, flu

- Gangguan saraf, rehabilitasi penderita pasca stroke.

Amankah tindakan akupunktur?

dr. Yovita Wijaya, Akp menjelaskan bahwa akupunktur sangat aman dengan efek samping yang minimal sekali apabila dilakukan oleh dokter atau tenaga kesehatan terlatih. Metode terapi akupunktur tanpa menggunakan obat-obatan juga terbukti efektif dalam mengobati berbagai macam penyakit, khususnya dalam mengurangi rasa nyeri. 

"Tindakan akupuntur dengan menggunakan jarum steril sekali pakai sehingga mencegah penularan penyakit infeksi antar pasien. Akupunktur aman untuk segala usia termasuk pada anak-anak," jelas dr. Yovita Wijaya, Akp

Semakin banyaknya klinik dan praktisi kesehatan yang menawarkan terapi akupuntur menjadi bukti bahwa akupunktur mulai banyak digemari oleh semua kalangan, baik usia tua, muda maupun anak-anak sebagai salah satu pengobatan pilihan.

Sunday, August 18, 2019

Akupuntur Lengkapi Pengobatan Depresi

KOMPAS.com - Akupuntur bisa jadi bagian yang melengkapi dalam pengobatan pasien depresi. Studi baru yang diterbitkan di jurnal PLOS Medicine membuktikan, menambahkan terapi akupuntur atau konseling dalam pengobatan depresi bisa membantu menurunkan gejala depresi.

“Studi kami adalah yang pertama secara seksama mengevaluasi dampak akupuntur secara klinis dan ekonomis serta konseling untuk pasien dalam perawatan yang mewakili pasien yang terus mengalami depresi dalam perawatan,” kata peneliti Dr. Hugh MacPherson dari Departemen Ilmu Kesehatan University of York.

Meski begitu, MacPherson mengakui diperlukan riset lebih jauh untuk meneliti lagi soal manfaat akupuntur untuk pengobatan depresi itu.

Studi acak terkontrol itu melibatkan 302 pasien yang menjalani 12 sesi mingguan akupuntur sebagai tambahan terapi pengobatan depresi. Sebanyak 302 pasien menjalani sesi mingguan konseling sebagai tambahan pengobatan dan 151 pasien hanya mendapatkan pengobatan biasa tanpa tambahan konseling dan akupuntur.

Peneliti menemukan pasien yang diberikan akupuntur dan konseling ternyata memiliki skor depresi yang rata-rata lebih rendah tiga bulan kemudian dibandingkan dengan mereka yang hanya mendapatkan pengobatan biasa.

Namun peneliti mencatat bahwa dalam tempo sembilan bulan hingga setahun setelah intervensi tersebut, skor depresi sangat membaik dalam kelompok pengobatan biasa. Skor mereka kurang lebih sama dengan kelompok yang mendapatkan konseling dan akupuntur.

Penelitian ini bukanlah pertama kalinya mengungkapkan manfaat akupuntur untuk pengobatan depresi. Studi sebelumnya di Harvard membuktikan bahwa akupuntur bisa membantu meringankan depresi pada wanita hamil.

Sebelumnya studi kecil di jurnal PLOS ONE membuktikan elekroakupuntur, metode yang menggunakan arus listrik kecil lewat jarum akupuntur, bisa membantu mengobati depresi ketika dikombinasikan dengan pengobatan biasa.

Thursday, December 15, 2016

Benefit acupuncture

Acupuncture Is Increasing In Popularity Among Celebrities Wishing To Improve Their Health And State Of Mind Naturally.

The therapy is not new though. In fact, it was accepted as a complement to western medicine, in 1997, by the National Institute of Health. Since then a long list of purported health benefits has been linked to this ancient Chinese medicinal practice.

 

Does Acupuncture Work?


A study by Australian researchers has found acupuncture is just as effective for pain relief as analgesic drugs. Emergency physicians at The Alfred, Northern, Cabrini and Epworth hospitals partnered with RMIT’s school of health sciences.

They wanted to see if this ancient therapy could relieve acute pain in hundreds of patients with either lower-back pain, sprained ankles or migraines.

”Acupuncture was equivalent to what we defined as conventional medicine standard care, which was strong oral analgesia, such as Endone, Panadeine Forte, Voltaren and Valium,” says Dr Michael Ben-Meir, director of Cabrini Hospital’s emergency department.
He continues; “The randomised controlled study of about 550 patients also found that the combination of acupuncture with standard pharmaceutical care delivered equivalent pain relief to acupuncture alone or standard care alone.”

“It is particularly good for people who do not want drugs, such as pregnant women, and for those whose pain is not relieved by Western medicine,” he explains.

”I find that it doesn’t always help all patients, but occasionally it’s the thing that really shifts them and gets them home and gets their symptoms resolved,” he says.

”It has an effect, there’s no doubt about that. It’s just, when do you use it? How often? Which points? And who delivers it? There’s a lot to be thought about and analysed before something like this is a standard therapy.”
Dr Ben-Meir continues; “Although the exact mechanisms of acupuncture remained unclear, this was also the case for some Western medicines.”

“Rising health costs should encourage more scientific assessment of low-risk complementary medicines because new drugs were expensive to develop and could cause side effects,” he explains.

The Health Benefits Of Acupuncture:

Weight Loss:

A 2009 study, published in the journal Nature, shows that this ancient Chinese therapy can be used to significantly reduce body weight and improve the outcomes of obesity. It was shown to allow for better outcomes than weight control drugs or lifestyle changes alone.

It works by stimulating certain nerves and muscles which improve energy flow and release endorphins, which stop you from craving more food and over indulging. Acupuncture will be most effective when supported with a healthy eating plan.

Headaches:

A study published earlier this year found that a fifteen-minute acupuncture treatment has the ability to improve  migraine headaches. This is achieved by increasing blood flow in the body tissues.
A 2015 study found that the use of the drug BoNTA in conjunction with acupuncture improved the frequency and severity of migraine.

Depression:

A 2013 study found that acupuncture could be a more efficient treatment then fluoxetine (Prozac). This is because it triggers endorphin stimulation in the brain. It also works faster than Prozac to relieve depression.

Infertility:

The American Pregnancy Association claims that a combination of acupuncture and herbal medicines could improve ovarian and follicular function.

The treatment could also increase blood flow to the uterus lining. This would help the lining to become thicker and richer.

Insomnia:

A 2016 study, published earlier this year in the Journal of Integrative Medicine, found that acupuncture could be used to treat insomnia. It helps to balance hormones in the body and reduce stress. Both of which are factors that can interrupt sleep.

It’s important to remember that everyone is unique and will experience different benefits as a result of any medical treatment.

Celebrities Who Use Acupuncture:

These celebrities have used acupuncture for everything from stress to weight loss, healthy skin to infertility:

Jennifer Aniston


Sheryl Crow


Matt Damon


Kim Kardashian


Penelope Cruz


Madonna

Gwyneth Paltrow

Elle Macpherson


@longevitymag14 December 2016

8 Celebrities Who Use Acupuncture

 
COPYRIGHT © LONGEVITY LIVE 2016, ALL RIGHTS RESERVED.

Thursday, June 9, 2016

Sejarah Akupuntur medis di indonesia

Akupuntur / accupuncture berasal dari kata acus yang berarti jarum dan punktura yang berarti penusukan.
Merupakan suatu metode terapi dengan penusukan pada titik-titik di permukaan tubuh untuk mengobati penyakit maupun kondisi kesehatan lainnya. Dikenal sejak 4000-5000 tahun yang lalu di Cina sebagai bagian dari TCM (Traditional Chinese Medicine). 

Dengan kemajuan ilmu pengetahuan maka dikalangan kedokteran berkembang akupuntur medik yaitu metode terapi akupuntur yang berlandaskan pada neuroscience, mengobati pasien dengan prinsip medik dan evidence based.

Pada tahun 1979 WHO menetapkan 43 penyakit yang dapat ditanggulangi dengan akupuntur. Dan pada tahun 1991 WHO mengintegrasikan ilmu akupuntur ke dalam ilmu kedokteran konvensional, karena sangat banyak evidence mengenai manfaat dan keamanannya. 

Pada tahun 2002 WHO mendukung negara anggotanya mengintegrasikan akupunktur ke dalam sistem kesehatan nasional dengan mengembangkan dan mengimplementasikan kebijakan serta memperhatikan safety, efficacy, quality dengan cara memperluas pengetahuan dan memberi pedoman standar pengaturan dan jaminan kualitas. Selain itu juga meningkatkan ketersediaan profesional dengan mengutamakan akses bagi penduduk miskin. 
Pada saat ini akupuntur telah dipraktekkan di banyak negara di dunia.

Di Indonesia akupunktur mulai dikenal pada institusi kesehatan formal dengan ditetapkannya RS Dr Cipto Mangunkusumo oleh Menteri Kesehatan sebagai Pilot Proyek Penelitian dan Pengembangan Ilmu Akupunktur oleh Departemen Kesehatan pada tahun 1963. 
Pendidikan Ilmu Akupunktur diberikan oleh tim pengajar Dokter Ahli Akupunktur RRC yang pada waktu itu mengobati Presiden Sukarno kepada para dokter dari berbagai bagian FKUI/RSCM (a.l. Penyakit Dalam, Saraf, Anak, THT, dll). 

Untuk memberikan pelayanan akupunktur kepada masyarakat kemudian dibentuk Sub Bagian Akupunktur Bagian Penyakit Dalam FKUI/RSCM dengan dipimpin oleh Prof. Dr. Oei Eng Tie.
Selanjutnya berkembang menjadi Bagian Akupunktur, saat ini menjadi Departemen Akupunktur. Sebagai salah satu Departemen Medik di RS Dr. Cipto Mangunkusumo, Departemen Akupunktur memberikan pelayanan maupun konsultasi dengan berdasarkan prinsip medik dan evidence based.

Sejak tahun 1967 Departemen Kesehatan mengirimkan dokter-dokter dari instansi pemerintah dan swasta untuk mengikuti pendidikan keahlian akupunktur di RSCM.

Pada tahun 2003 dalam Muktamar IDI XXV ditetapkan bahwa Dokter Ahli Akupunktur lulusan RSCM setara dengan dokter spesialis lainnya.